ME; Muslim selamanya.. Pembelajar selamanya.. Gamer kadang kadang.. :p
  • Suami:

    sayangku, malam ini aku mau bersamamu. boleh?

  • Istri:

    tapi...................... (kemudian diam)

  • Suami:

    oh gapapa kok kalau lagi ada amanah lain, sipsip

  • Istri:

    boleh kok mas. maaf ya. insyaAllah boleh, kan aku istrimu.

  • Suami:

    kok tiba-tiba berubah pikiran? amanahmu yg lain itu bagaimana dong?

  • Istri:

    karena aku takut dilaknat oleh penduduk langit, duhai suamiku.

  • Suami:

    (sambil tersenyum)... kamu tidak melihat dalilnya dengan lengkap, sayang.

  • Istri:

    .... ???

  • Suami:

    dikatakan bahwa para penduduk langit akan melaknat istri yang menolak ajakan suaminya sehingga sang suami meridhoinya. kepadamu insyaAllah mereka tidak akan melaknat, karena aku selalu ridho terhadapmu insyaAllah. santai saja, kita masih punya waktu bersama seumur hidup, dan semoga sampai ke syurgaNya

  • Istri:

    aaaaaaa............. makasiih banyak sayangku, aku mencintaimuu

Allah Tidak Akan Memberi Amanah Yang Tidak Sanggup Kita Pikul

Bagaimana sikap kita ketika keinginan kita tidak kunjung dikabulkan oleh Allah sampai waktu yang lama?

Atau bagaimana kalau memang tidak akan dikabulkan seperti inginnya kita?

Akankah kita menyesal karena merasa bahwa semua ikhtiar dan do’a yang kita lakukan menjadi tanpa hasil?

Apakah kita bisa ikhlas menerima semuanya?

Bagaimana dengan amal-amal baik selama proses ikhtiar tersebut, apakah niatnya sudah lillaahi ta’ala?

Atau jangan-jangan niat kita dalam semua amal baik tersebut adalah agar Allah mengabulkan keinginan kita?

Ingatlah; Allah tidak akan memberikan cobaan/amanah yang kita tidak sanggup untuk memikulnya..

Ya, terkabulnya keinginan manusia adalah amanah; amanah untuk disyukuri, amanah untuk dijaga, amanah untuk dijadikan bermanfaat, amanah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah..

Kalau Allah tidak kunjung mengabulkan keinginan kita, mungkinkah karena menurutNya kita tidak/belum sanggup memikul amanah tersebut?

Atau mungkinkah karena menurut Allah ada amanah lain yang lebih sanggup untuk kita pikul yang lebih baik dari keinginan kita?

Atau mungkinkah alasannya justru karena Allah ingin melindungi kita dari amanah tersebut yang ternyata akan buruk dampaknya bagi kita?

Iya, betul juga, insyaAllah begitu..

Karena Allah tahu yang terbaik untuk setiap hambaNya.

Laa haula wa laa quwwata illaa billaah :)